Favorit Saya

Thursday, 26 February 2015

Mainan Play Doh

Mainan Play Doh dalam arti adonan mainan (play=bermain, doh=adonan) atau plastisin mainan yang merupakan bentuk modern dari mainan tanah liat (lempung). Playdough mudah dimainkan dan disukai oleh anak-anak. Bermain dengan menggunakan playdough, anak-anak dapat mengekspresikan kreativitas mereka melalui kreasi imajinasi visualisasi dan bentuk. 

Mainan Play Doh ini merangsang saraf motorik anak. Harga yang beredar di pasaran untuk kualitas yang asli biasanya tidak murah karena sebagian besar masih diimpor dari luar negeri.

Pengembangan dan perubahan drastis dari segi kualitas Mainan Play Doh untuk kompetisi dan usaha dibuat berbeda. Ada dua jenis playdoh yang beredar di pasaran yaitu: toxit dan non-toxit. Untuk yang toxit, mengandung bahan kerosin dan yang non toxit berbahan baku tepung terigu. Terigu digunakan untuk mengambil gluten, garam air. Untuk playdoh kategori non-toxit menggunakan pewarna makanan namun memiliki warna yang lebih redup. Jika menggunakan pewarna tekstil (lebih cerah), bahan tersebut banyak terdapat di apotek. Untuk pembuatan playdoh yang menggunakan pewarna makanan dianggap relatif lebih aman digunakan untuk anak-anak.

Profil entrepreneur dari TOP Batch ke- I  kali ini mengangkat alumni Jurusan Bio Kimia FMIPA ITB tahun 2006 ini terinspirasi dengan kondisi tersebut. Gde Sutawijaya yang telah melanjutkan studi magister di program studi yang sama ketika berjalan ke toko buku ternama di Kota Bandung merasakan harga mainan tersebut cukup mahal. Oleh sebab itu pria berkacamata ini memutuskan untuk mencoba menggeluti usaha playdoh dengan harapan mainan tersebut dapat dibeli dengan harga terjangkau oleh anak-anak dari segala lapisan.

Pada Juli tahun 2012 Suta kemudian membuat praktik uji coba pembuatan playdoh di kosan daerah Ciumbeluit. Berbekal sokongan dana yang diperoleh dari BNI Mitra Kampus ITB sebesar Rp 10.000.000,- dengan membuat mplaydoh berbahan baku organik. Upaya untuk memasarkan playdoh sebagai bisnis baru dimulai Agustus 2012. Uji coba pembuatan didapatkan dengan belajar secara autodidak melalui media massa dan internet. mainan fun doh dalam meramu dan mengolah bahan dilakukan dengan terus menerus secara kontinyu.

“Pada awalnya ketika baru pertama kali membuat playdoh, hasilnya cepat meleleh setelah semalam. Dari kejadian itu saya mempelajari komposisi bahan, adonan, serta racikan tambahan agar takaran playdoh tersebut pas. Kemudian saya juga mencoba untuk membuat varian lainnya dengan menggunakan pewarna makanan beraneka ragam .” ujar  Suta.

Meski ide tersebut terbilang kecil dan bukan hal yang baru, karena playdoh hampir sama dengan malam parafin. Perbedaannya bahan baku playdoh lebih aman untuk mainan anak-anak. Karena playdoh terbuat dari bahan baku tepung. Saat ini banyak toko mainan anak, toko buku, dan stationary yang menjual playdoh tersebut. Dikemas dalam wadah plastik berbagai ukuran, biasanya juga disertakan beberapa mainan tambahan seperti cetakan dengan berbagai bentuk, seperti binatang, bunga, peralatan masak, piring, dan bentuk lain. Playdoh yang dijual bebas di toko kadang membuat orang tua ragu terhadap kualitas dan alasan keamanan untuk anak-anak. Kandungan bahan kecenderungannya berminyak, lengket di tangan, atau zat pewarnanya meninggalkan bekas di tangan. Cairan kadang-kadang juga menggunakan pewarna konveksi yang tidak aman jika tersentuh atau tertelan oleh anak-anak, karena pewarna makanan bukan pewarna sintetis mengandung toksin beracun atau berbahaya bagi anak-anak.

Hal tersebut mendorong Suta untuk berinovasi membuat playdoh yang relatif aman untuk anak-anak. Serupa dengan produk yang bereda di pasaran, namun lebih mengandalkan kualitas bahan campuran yang tidak berbahaya untuk mainan anak. Suta memiliki visi membuat playdoh yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan. Misinya membuat mainan anak dengan harga yang relatif terjangkau dan mengembangkan berkreatifitas.

Produk playdoh yang bernama Kleativ ini telah dipasarkan oleh Suta ke pelbagai TK atau play group yang tersebar di Kota Bandung. Kleativ  dijual ke TK dengan pesanan Rp 50.000,- sampai Rp 70.000,- dengan ukuran 75 gram. Kemasan sachet (seperti susu bantal). Semua produk tersebut dapat diserap baik oleh pasaran. Produk saat ini telah dipasarkan melalui teman atau penawaran langsung ke play group. Kemudian media internet juga digunakan dengan alamat  kleativ.com serta menerima order pemesanan melalui telpon dan sms.

Proses pembuatan produk Kleativ tergolong masih sederhana karena masih menggunakan mixer (roti), microwave, dan alat penyimpanan biasa. Untuk kuantitas produksi amazing clay selama dua hari dapat memroduksi sampai 3 Kg. Untuk cleativ clay cukup cepat hanya dalam waktu 4 jam dapat menghasilkan sampai dengan 3 Kg. Pembungkusan untuk menjaga kualitas kandungan menggunakan paper metal . Untuk packaging dilakukan di tempat percetakan namun dengan gambar dan desain sendiri.

Meski ada saja keluhan playdoh cepat keras sebelum dibentuk, namun secara umum produk Kleativ tidak banyak menemui kendala lagi. Hal itu seperti diungkapkan oleh Suta, bahwa untuk pembuatan play doh segala jenis tidak ada lagi kendala. Saat ini yang masih menjadi kendala yaitu memasarkan Kleativ ke sekolah-sekolah yang masih membutuhkan playdoh sebagai media pembelajaran. Saya sadar bisnis playdoh ini tidak akan besar di kemudian hari, namun saya akan menjadikan bahan pembelajaran untuk melangkah ke bisnis yang lainnya.



Read More »
07:02 | 0 comments

Friday, 8 November 2013

beberapa informasi umum langkah memulai bisnis SPBU

Untuk memulai bisnis spbu berikut beberapa informasi umum langkah memulai bisnis SPBU, mulai dari definisi istilah, persyaratan standar PT. Pertamina untuk sarana dan prasarana, bangunan, lokasi dan perijinan umum, serta ketetapan initial fee SPBU.

SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Umum) merupakan prasarana umum yang disediakan oleh PT. Pertamina untuk masyarakat luas guna memenuhi kebutuhan bahan bakar. Pada umumnya SPBU menjual bahan bakar sejenis premium, solar, pertamax dan pertamax plus.
Pertamina Way & Pasti Pas
-  Pertamina Way adalah program yang diluncurkan oleh PT. Pertamina dengan penerapan standar pelayanan yang terdiri dari 5 (lima) elemen, yaitu pelayanan staff yang terlatih dan bermotivasi, jaminan kualitas dan kuantitas, fasilitas dan peralatan yang terawat dengan baik, memiliki format fisik yang konsisten, dan penawaran produk dan pelayanan bernilai tambah dengan operator yang selalu menerapkan 3S (Salam, Senyum, Sapa).
- Pasti Pas adalah bisnis usaha SPBU yang telah mendapatkan sertifikat Pasti Pas! dari auditor independen dengan jaminan pelayanan terbaik yang memenuhi standar kelas dunia. Konsumen akan mendapatkan kualitas dan kuantitas BBM yang terjamin, pelayanan yang ramah, serta fasilitas yang nyaman.
Sarana dan Prasarana Standar yang Wajib dimiliki Oleh Setiap SPBU

1.  Sarana pemadam kebakaran:
- Sesuai dengan pedoman PT. Pertamina.
2. Sarana lindungan lingkungan:
-  Instalasi pengolahan limbah.
-  Instalasi oil catcher dan well catcher:
- Saluran yang digunakan untuk mengalirkan minyak yang tercecer di area SPBU kedalam tempat penampungan.
-  Instalasi sumur pantau:
- Sumur pantau dibutuhkan untuk memantau tingkat polusi terhadap air tanah di sekitar bangunan SPBU yang disebabkan oleh kegiatan usaha SPBU.
- Saluran bangunan/drainase sesuai dengan pedoman PT. Pertamina.
3. Sistem Keamanan:
- Memiliki pipa ventilasi tangki pendam;
- Memiliki ground point/strip tahan karat;
- Memiliki dinding pembatas/pagar pengaman;
- Terdapat rambu-rambu tanda peringatan.
4. Sistem Pencahayaan:
- SPBU memiliki lampu penerangan yang menerangi seluruh area dan jalur pengisian BBM;
- Papan penunjuk SPBU sebaiknya berlampu agar keberadaan SPBU mudah dilihat oleh pengendara.
5. Peralatan dan kelengkapan filling BBM sesuai dengan standar PT. Pertamina berupa:
- Tangki pendam;
- Pompa;
- Pulau pompa.
- Duiker, dibutuhkan sebagai saluran air umum di depan bangunan SPBU
- Sensor api dan perangkat Pemadam kebakaran
- Lambang PT. Pertamina
- Generator
- Racun Api
- Fasilitas umum:
- Toilet;
- Mushola;
- Lahan parkir.
- Instalasi listrik dan air yang memadai
6.  Rambu-rambu standar PT. Pertamina:
- Dilarang merokok;
- Dilarang menggunakan telepon seluler;
- Jagalah kebersihan;
- Tata cara penggunaan alat pemadam kebakaran.
Pelaksanaan Operasional SPBU

* Pelaksanaan operasional SPBU harus sesuai dengan SOP (Standard Operating Procedure) PT. Pertamina.
* Perekrutan dan pengadaan karyawan adalah tanggung jawab pemohon, dan para pekerja diwajibkan bekerja sesuai dengan etika kerja standar PT. Pertamina.

kembali keatas


Bangunan SPBU Berdasarkan Standar PT. Pertamina:

* Desain bangunan harus disesuaikan dengan karakter lingkungan sekitar (contoh: letak pintu masuk, pintu keluar, dan lain-lain);
* Elemen bangunan yang adaptif terhadap iklim dan lingkungan (sirip penangkal sinar matahari, jendela yang menjorok kedalam, dan penggunaan material dan tekstur yang tepat);
* Desain bangunan SPBU harus disesuaikan dengan bangunan di lingkungan sekitar yang dominan;
* Arsitektur bangunan sarana pendukung harus terintegrasi dengan bangunan utama;
* Seluruh fasade bangunan harus mengekspresikan detail dan karakter arsitektur yang konsisten;
* Variasi bentuk dan garis atap yang menarik;
* Bangunan harus adaptif terhadap panas matahari dan pantulan sinar matahari dengan merancang sirip penangkal sinar matahari dan jalur pejalan kaki/ trotoar yang tertutup dengan atap;
* Bangunan dibagi-bagi menjadi komponen yang berskala lebih kecil untuk menghindari bentuk massa yang terlalu besar;
* Panduan untuk kanopi adalah sebagai berikut:
o Integrasi antara kanopi tempat pompa bensin dan bangunan diperbolehkan;
o Ketinggian ambang kanopi dihitung dari titik terendah kanopi tidak lebih dari 13’9’’. Ketinggian keseluruhan kanopi tidak lebih dari 17’;
o Ceiling kanopi tidak harus menggunakan bahan yang bertekstur atau flat, tidak diperbolehkan menggunakan material yang mengkilat atau bisa memantulkan cahaya;
o Tidak diperbolehkan menggunakan lampu tabung pada warna logo perusahaan.
* Panduan untuk pump island adalah sebagai berikut:
o Pump island ini terdiri dari fuel dispenser, refuse container, alat pembayaran otomatis, bollard pengaman, dan peralatan lainnya;
o Desain pump island harus terintergrasi dengan struktur lainnya dalam lokasi, yaitu dengan menggunakan warna, material dan detail arsitektur yang harmonis
o Minimalisasi warna dari komponen-komponen pump island, termasuk dispenser, bollard dan lain-lain.
* Sirkulasi/jalur masuk dan keluar:
o Jalan keluar masuk mudah untuk berbelok ke tempat pompa dan ke tempat antrian dekat pompa, mudah pula untuk berbelok pada saat keluar dari tempat pompa tanpa terhalang apa-apa dan jarak pandang yang baik bagi pengemudi pada saat kembali memasuki jalan raya;
o Pintu masuk dan keluar dari SPBU tidak boleh saling bersilangan;
o Jumlah lajur masuk minimum 2 (dua) lajur;
o Lajur keluar minimum 3 (tiga) lajur atau sama dengan lajur pengisian BBM;
o Lebar pintu masuk dan keluar minimal 6 m.

Read More »
18:16 | 0 comments

Wednesday, 24 October 2012

Hal yang diperhatikan dalam menentukan harga jual suatu produk

Hal yang diperhatikan dalam menentukan harga jual suatu produk :

1. Tetapkan harga yang realistis, jangan tetapkan harga terlalu tinggi yang tidak masuk akal atau terlalu rendah hanya supaya produk laku keras di pasaran.
2. Pastikan semua biaya sudah diperhatikan.
3. Bandingakan harga jual yang ditetapkan dengan harga jual kompetitor.
4. Bereaksilah dengan cepat namun tetap hati-hati bila kompetitor melakukan perubahan harga.
5. Jangan menaikan harga jual bila terjadi inflasi.
6. Tidak memberikan diskon terlampau banyak dan sering.
7. Jangan berfikir bahwa konsumen hanya akan membeli produk dengan harga yang murah.

Berikut hal-hal yang harus diperhatikan dalam menentukan harga jual suatu produk yang sebelumnya dalam bahasan saya yang lain dijelaskan cara menentukan harga jual suatu produk sudah anda lakukan.

Semoga bermanfaat.

Read More »
22:59 | 0 comments

Penentuan Harga Jual Produk

Untuk Menetapkan harga jual produk yang tepat sehingga bisa memaksimalkan keuntungan bersih, caranya bisa dengan penetapan harga biaya plus ( cost plus pricing method ). Dalam metode ini, harga jual per unit produk diperoleh dengan menghitung jumlah seluruh biaya per unit ditambah jumlah tertentu untuk menutup laba yang dikehendaki pada unit tersebut atau disebut dengan margin.

Penentuan harga jual produk dapat dihitung dengan rumus : Biaya Total + Marjin = Harga Jual

Contoh, anda punya usaha kue dan mendapatkan order sebanyak 100 kue untuk sebuah pesta pernikahan. biaya yang anda keluarkan untuk memproduksi kue tersebut diperkirakan sebanyak Rp.400.000,- dengan perincian :
- Biaya bahan baku Rp. 250.000,-
- Biaya tenaga kerja Rp.100.000,-
- Biaya lain lain seperti kemasan, dll Rp. 50.000,-

jika anda menginginkan laba sebesar 15% dari biaya total, maka : Harga jual = Biaya Total + Laba = Rp.400.000,- + ( 15% x Rp. 400.000,-) = Rp. 460.000,- . Dengan demikian untuk setiap kue yang anda jual harganya Rp. 4600,-.

Dari pendekatan ini dapat kita lihat bahwa jika ingin memaksimalkan keuntungan usaha maka anda bisa mencari bahan yang lebih murah atau dengan jumlah bahan baku yang sama tetapi memproduksi kue lebih banyak karena ukurannya lebih kecil atau carilah kemasan yang sederhana dan lebih murah.

Selain perhitungan perhitungan tersebut ada beberapa hal juga yang harus diperhatikan dalam menenutkan harga jual suatu produk agar, untuk itu anda dapat membacanya di artikel saya yang ini Hal yang harus diperhatikan dalam menentukan harga jual suatu produk.

Read More »
22:53 | 0 comments